1.1 KEGIATAN BELAJAR 1 KONSEP DAN STRUKTUR ALGORITMA (2 JP)
1.1.1. Tujuan Pembelajaran
 Dengan Kegiatan Belajar ini diharapkan siswa mampu memahami konsep dan struktur
algoritma dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
1.1.2. Aktivitas Belajar Siswa
Pernahkan kalian mendengan kata Algoritma sebelumnya? Apa itu algoritma? Untuk
mengetahuinya ikuti kegiatan belajar berikut.
1.1.2.1. Mengamati
Coba perhatikan beberapa instruksi/langkah-langkah kerja berikut.
RESEP PUDING MUTIARA
Bahan :
 1 bungkus tepung hunkwe
 250 gram gula pasir
 1 gelas santan kental
 3 gelas air
 100 gram mutiara/ pacar cina, rebus, tiriskan
 1 lembar daun pandan
 ½ sendok teh garam
Cara Membuat :
1) Campurkan tepung hunkwe, gula pasir dan santan, tambahkan air, garam dan
daun pandan lalu masak sambil diaduk agar rata.
2) Masukkan mutiara ke dalam adonan tepung hunkwe, aduk hingga rata.
3) Tunggu hingga adonan mendiddih dan mengental,
4) Setelah adonnan mendidih dan mengental, angkat dan tuang dalam cetakan,
kemudian dinginkan
5) Jika puding sudah dingin dan padat, keluarkan dari cetakan dan sajikan.CARA INSTALL PRINTER HP LASER JET P1006 DI WINDOWS 7
1) Install driver seperti biasa, install driver akan gagal ketika komputer meminta
untuk mengkoneksikan printer ke komputer, walaupun printer sudah dihidupkan.
Biarkan saja sang installer gagal, yang penting driver sudah diekstrak di folder
tersebut.
2) Pada halaman depan, Klik Start kemudian klik kanan Computer pilih Manage.
3) Akan tampil Computer Management. Pilih Device Manager. Cari device printer
HP yang masih bertanda „pentung‟ berwarna kuning, yang berarti driver belum
pas.
4) Klik kanan device tersebut, kemudian pilih Update Driver Software.. Cari dimana
driver printer tersebut disimpan m\\\isal: D:\master\driver HP.
5) Klik OK, dan ikuti langkah selanjutnya.
6) Printer siap dipakai.
Langkah-langkah Menghitung Volume balok
Input: panjang, lebar , dan tinggi balok dalam cm
1) Masukkan panjang balok
2) Masukkan lebar balok
3) Masukkan tinggi balok
4) Hitung volume balok adalah hasil dari panjang x lebar x tinggi balok1.1.2.2. Menanya
 Dari tiga contoh langkah-langkah kerja atau instruksi di atas, buat pertanyaan yang berkaitan
dengan ketiganya, misalkan:
1. Apakah tujuan masing-masing langkah-langkah kerja?
2. Apakah ada tahap persiapan?
3. Apakah ada tahap proses?
4. Apakah hasil /output pada setiap langkah kerja?
5. Jika ketiga langkah-langkah di atas disebut algortima, lalu apa itu algoritma, bagaimana
menyusun algoritma yang baik untuk menyelesaikan masalah?
1.1.2.3. Mengumpulkan Informasi/Mencoba
Jika diperhatikan, 3 langkah kerja di atas, ada beberapa kesamaan dalam bentuk penyajian
uraian di atas. Masing-masing mempunyai tujuan yang hendak dicapai, seperti menghasilkan
puding mutiara, menginstall printer pada sistem operasi, dan menentukan volume suatu balok.
Untuk mencapai hal tersebut diperlukan persiapan-persiapan seperti alat dan bahan. Sebagaisa Al-
Khuwarizmi (780 M-850)
Sumber:
http://borryfonanda.wordpress.com/2010/04/04
/penemu-angka-desimal-dan-algoritma/
contoh untuk membuat puding diperlukan bahan sepert tepung, mutiara, gula, air, daun pandan
dan santan sebagai bahannya dan peralatan seperti diperlukan kompor, panci untuk memasak dan
cetakan puding. Demikian juga dalam menginstall printer, tentu harus printer kabel koneksi,
komputer lengkap dengan sistem operasi. Untuk menentukan volume juga harus diketahui juga
panjang lebar dan tinggi balok.
Selanjutnya jika bahan dan alat sudah siap maka perlu adanya suatu langkah-langkah atau
proses. Langkah-langkah atau proses ini tentu harus dapat dituliskan dengan jelas dan urut
sehingga siapaun yang mengikuti langkah-langkah tersebut dengan benar pasti hasilnya akan
sama. Inilah inti dari apa yang disebut dengan ALGORITMA. Berikut ini penjelasan secara detail
mengenai apa itu algoritma dan bagimana strukturnya.
Definisi Algoritma
Dilihat dari istilahnya algoritma, berasal dari
nama seorang matematikawan muslim bernama
Abu Ja‟far Muhammad Ibnu Musa Al-Khuwarizmi
(780 M-850), yang oleh orang barat menyebut Al-
Khuwarizm sebagai Algorism, yang diartikan
proses menghitung dengan angka arab. Salah
satu karya beliau yang monumental adalah buku
berjudul Kitab Al Jabar Wal-Muqabala yang artinya
“Buku pemugaran dan pengurangan” (The book of
restoration and reduction), yang menjadi cikal
bakal istilah “Aljabar” (Algebra) yang dipakai
hingga sekarang ini. Seiring dengan
perkembangan jaman isitilah „Algorism‟ berubah
menjadi algorithm yang kemudian diartikan
sebagai metode perhitungan (komputasi) secara
umum. Dalam bahasa Indonesia, kata algorithm
diserap menjadi algoritma.
Menurut definisi, algoritma adalah urutan langkah-langkah penyelesaian masalah yang
disusun secara sistematis dan logis. Dalam beberapa konteks, algoritma dapat diartikan urutan
langkah-langkah yang spesifik (tertentu) untuk melakukan suatu pekerjaan. Jadi algoritma tidak
hanya diartikan sebatas pada perhitungan dengan komputer saja tapi dapat diartikan lebih luas
dalam kehidupan sehari-hari. Resep masakan adalah contoh algoritma yang ada di kehidupan
sehari-hari. Petunjuk pemasangan AC, petunjuk perakitan komputer, petunjuk installasi software,
panduan pengisian token listrik, Jadwal acara kegiatan adalah berbagai bentuk algoritma yang ada Menurut makna yang pertama, algoritma adalah langkah-langkah logis penyelesaian
masalah, artinya langkah-langkah dalam suatu algoritma harus logis, sesuai dengan tujuan yang
akan dicapai dan dapat ditentukan nilai kebenarannya. Sebagai contoh dalam sebuah resep
masakah, ada sebuah langkah “Rebus bahan x selama 30 menit” atau dalam merakit komputer,
“sambungkan kabel VGA monitor dengan komputer”. Dua langkah ini adalah langkah yang logis,
karena jelast diketahui kebenarannya. Kalo si A merebus selama 15 menit saja maka dapat
dikatakan langkahnya tidak sesuai atau salah, atau misalkan kabel VGA tidak tersambung maka
jelas bahwa langkahnya tidak sesuai.
Langkah yang logis juga dapat diartikan pula tidak ambigu. Langkah “tambahkan garam
secukupnya”, merupakan contoh langkah atau proses yang ambigu atau bermakna ganda.
Secukupnya bisa berarti setengah sendok teh, satu sendok teh atau satu sendok makan, tidak ada
kriteria yang pasti, maka antara satu orang pengguna dengan yang bisa menghasilkan output yang
tidak sama, dalam hal ini rasanya. Demikian juga misalkan dalam suatu algoritma ada perintah
“Tambahkan x dengan sebuah bilangan”, juga bermakna ambigu karena bilangan seperti apa yang
harus ditambhakan apakah bilangan asli atau real, genap atau ganjil, tidak ada nilai yang pasti.
Selain itu penyusunan langkah-langkah harus sistematis, atau terstruktur menurut
aturan/sistem tertentu sesuai denga tujuan yang dicapai. Artinya langkah-langkah yang ada pada
algoritma harus dapat diikuti atau ditelusuri dengan baik sehingga mencapai hasil akhir yang
diinginkan. Oleh karena itu dalam suatu algoritma, biasanya setiap langkah diberikan nomer agar
pengguna algoritma dapat mengikuti setiap instruksi yang diberikan dengan baik. Selain itu
langkah-langkah dalam algoritma juga harus terbatas, artinya ia akan berhenti setelah melakukan
sejumlah langkah. Karena tujuan dari algoritma adalah mencari penyelesaian. Jika sebuah
algoritma mempunyai langkah yang tidak terbatas, ini berarti usaha mencari penyelesaian yang
tidak kunjung berhasil. Maka dapat dikatakan algoritma tersebut sia-sia atau tidak berguna.
Struktur Algoritma
Inti dari algoritma adalah menemukan solusi dari suatu permasalahan. Untuk menyelesaikan
masalah, algoritma membutuhkan spesifikasi input (masukan) sesuai yang diperlukan,
memprosesnya melalui serangkaian langkah-langkah dan menghasilkan output sebagai solusi dari
permasalahan.
Masalah Algoritma Solusi
Input Algoritma Output Secara umum struktur Algoritma terdiri dari 3 bagian, yaitu::
1. Nama/judul Algoritma
Nama Algoritma memberikan gambaran secara singkat apa tujuan dari Algoritma, misalkan
nama resep masakan, petunjuk melakukan sesuatu, jadwal kegiatan, langkah-langkah
penyelesaian sebuah masalah, dan sebagainya. Pemberian nama Algoritma disarankan
singkat dan jelas, namun sudah mewakili maksud dari algoritma. Dalam Algoritma komputer
biasanya nama algoritma dituliskan tanpa menggunakan spasi, misalkan
Algoritma VolumeBalok atau Algoritma Volume_Balok
2. Bagian Deklarasi
Bagian deklarasi merupakan tahap persiapan dari algoritma. Pada bagian ini dijelaskan
kebutuhan agar algoritma dapat berjalan. Istilah lainnya di sinilah alat dan bahan
didefinisikan. Dalam algoritma pemrograman, bagian deklarasi menjelaskan input
(masukan) apa saja yang akan diproses oleh algoritma termasuk jenis data input (tipe
data), juga output apa yang akan dihasilkan serta semua hal yang akan dipakai dalam
algoritma. Yang didefiniskan dalam algoritma ini termasuk variabel, tipe data, konstanta,
nama prosedur, tipe, dan fungsi, yang akan kita pelajari pada Bab 2.
3. Bagian Deskripsi
Pada bagian ini dijelaskan serangkaian langkah-langkah (instruksi) atau pernyataan
(statement) untuk memproses alat dan bahan atau inputan untuk menghasilkan output
sesuai yang diharapkan. Langkah-langkah dalam algoritma dituliskan dari atas ke bawah.
Urutan penulisan menentukan urutan perintah
Berikut ini gambaran struktur sebuah Algoritma

 Tanda { } digunakan untuk menulsikan komentar

Algoritma NAMA_ALGORITMA
{ Penjelasan mengenai algoritma, yang berisi uraian singkat mengenai apa
yang dilakukan oleh algoritma }
DEKLARASI
{ Semua bahan dan alat yang dibutuhkan selama algoritma dijalankankan,
atau dalam algoritma meliputi variabel yang dipakai, nama tipe, konstanta,
nama prosedur dan nama fungsi didefinisikan di sini }
DESKRIPSI :
{ Semua langka, proses, atau statement algoritma dituliskan di sini, biasanya
langkah-langkah diberikan penomoran untuk memudahkan penelusuran dan RESEP PUDING MUTIARA
Bahan :
 1 bungkus tepung hunkwe
 250 gram gula pasir
 1 gelas santan kental
 3 gelas air
 100 gram mutiara/ pacar cina, rebus, tiriskan
 1 lembar daun pandan
 ½ sendok teh garam
Cara Pembuatan:
1) Campurkan tepung hunkwe, gula pasir dan santan, tambahkan
air, garam dan daun pandan lalu masak sambil diaduk agar rata.
2) Masukkan mutiara ke dalam adonan tepung hunkwe, aduk
hingga rata.
3) Tunggu hingga adonan mendiddih dan mengental, angkat dan
tuang dalam cetakan, kemudian dinginkan
4) Jika puding sudah dingin dan padat, keluarkan dari cetakan dan
sajikan.
Dalam algoritma resep masakan di atas dapat dilihat bahwa proses disusun dengan
sistematis dalam bentuk urutan rangkaian kerja. Dalam kasus ini semua proses harus urut satu
persatu dikerjakan dari nomor 1 hingga 4.
 Untuk lebih memperjelas pemahaman kalian mengenai apa itu algoritma, bagaimna struktur
dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, kerjakan LKS berikut.
LEMBAR KERJA SISWA
Jawab pertanyaan berikut dengan teman sekolompok kalian.
1. Perhatikan Algoritma berikut.
a. Tunjukkan manakah Nama Algoritma, bagian Deklarasi dan Deskripsi? Apakah semua
bagian sudah lengkap?
b. Perbaiki algoritma tersebut agar memiliki bagian algoritma yang lengkap!

1.2 KEGIATAN BELAJAR 1 ALGORITMA MENGGUNAKAN BAHASA
NATURAL (2 JP)
Salah satu cara mempresentasikan algoritma adalah dengan bahasa natural atau bahasa
sehari-hari. Algoritma dengan bahasa natural atau bahasa sehari dapat dengan mudah kita jumpai
di kehidupan sehari-hari, sebagaimana tugas yang diberikan pada kegiatan belajar sebelumnya.
Pada Kegiatan belajar kali ini, kita akan mempelajari bagaimna menyajikan algoritma dalam
bahasa sehari-hari.
1.2.1. Tujuan Pembelajaran
 Dengan Kegiatan Belajar ini diharapkan siswa mampu menyajikan algoritma dengan bahasa
natural dengan baik.
1.2.2. Aktivitas Belajar Siswa
1.2.2.1. Mengamati
Perhatikan gambar petunjuk installasi printer berikut.1.2.2.2. Menanya
Perhatikan gambar di atas, buatlah pertanyaan-pertanyaan seperti contoh berikut.
1. Bahasa apa saja yang digunakan sebagai petunjuk?
2. Dalam beberapa petujuk , mengapa terkadanag petunjuk dibuat lebih dari satu bahasa?
3. Mengapa perlu ada gambar?
4. Bagaimana menyajikan algoritma yang baik dengan bahasa sehari-hari (bahasa natural)?
1.2.2.3. Mengumpulkan Informasi/Mencoba
Secara garis besar, algoritma dapat disajikan dengan 3 cara, yaitu
1. Menggunakan bahasa natural (bahasa sehari-hari)
2. Menggunakan Pseudocode
3. Menggunakan Flowchart
Penggunaan bahasa natural dalam algoritma sering dijumpai pada algoritma di kehidupan
sehari-hari. Bahasa yang digunakan tentunya bahasa yang dipahami oleh pengguna algoritma.
Misalkan saja petunjuk perawatan sepeda motor, tentu saja akan disediakan dengan bahasa di
mana motor tersebut dijual. Jika Motor tersebut dijual di Indonesia tentu saja akan disediakan
petunjuk dalam bahasa Indonesia, jika dijual di bebera negara dengan bahasa yang berbeda-beda
biasanya petunjuk akan disajikan dalam banyak bahasa (multi lingual). Karena algoritma yang baik
tentu algoritma yang dapat dipahami dan dijalankan oleh penggunanya. Penyajian algoritma dalam bahasa natural, menggunakan kalimat deskriptif, yaitu
menjelaskan secara detail suatu algoritma dengan bahasa atau kata-kata yang mudah dipahami.
Penyajian algoritma ini cocok untuk algoritma yang singkat namun sulit untuk algoritma yang besar.
Selain itu algoritma ini akan sulit dikonversi ke bahasa Pemrograman.
Contoh 1
Berikut ini adalah algoritma untuk menentukan Volume sebuah Balok dengan bahasa sehari-hari
Algoritma VolumeBalok
Input berupa panjang, lebar, dan tinggi Balok dalam dalam cm
Output berupa Volume Balok
Langkah-langkah:
1) Baca panjang
2) Baca lebar
3) Baca tinggi
4) Hitung volume balok adalah hasil panjang x lebar x tinggi
5) Tuliskan Volume Balok
Contoh 2
Berikut ini algoritma mencari nilai terbesar dari 3 buah bilangan
Algoritma MencariNilaiMax
Input: 3 buah bilangan
Output : bilangan terbesar di antara 3 bilangan
Langkah-langkah:
1) Baca bilangan pertama
2) Baca bilangan kedua
3) Baca bilangan ketiga
4) Bandingkan bilangan pertama dengan bilangan kedua, pilih bilangan terbesar, dan
simpan bilangan terbesar itu dengan nama Nmax
5) Bandingkan Nmax dengan bilangan ketiga, jika Nmax kurang dari bilangan 3 maka
ganti nilai Nmax dengan bilangan ketiga, jika tidak maka nilai Nmax tetap
Algoritma HitungRerata
Input: n data berupa bilangan
Output : nilai rata-rata
Langkah-langkah:
1) Baca data ke-1, data ke-2, hingga data ke-n
2) Jumlahkan data ke-1, data kedua hingga data ke-n, simpan dengan nama JUM
3) Bagi JUM dengan banyak data, atau n. Simpan dengan nama RERATA
4) Tuliskan RERATA sebagai keluaran
Contoh 1 -3 menunjukkan bagaimna menyajikan algoritma dengan bahasa natural, yaitu
menggunakan kalimat deskriptif. Ciri-cirinya adalah bahwa dalam penyajian ini operasi-operasi
maupun langkah-langkah dijelaskan dengan kata-kata dengan sedikit menggunakan simbol-simbol.
Namun cara ini terkadang kurang dapat dipahami dengan baik oleh pengguna, dibandingkan
dengan menuliskan operasi dan langkah-langkah dengan simbol. Pada prakteknya banyak
pembuat algoritma tidak secara penuh menggunakan kata-kata untuk menjelaskan algoritma tapi
mencampurnya dengan simbol-simbol. Lihat contoh 2 pada Kegiatan Belajar (KB) mengenai akar
persamaan kuadrat. Pada contoh tersebut kata-kata dikombinasi dengan penggunaan simbol-
simbol atau rumus.
Penyajian Algoritma yang Baik
Menurut Donald Ervin Knuth, tang dikenal dengan Bapak "Analisis Algoritma", algoritma
yang baik dan benar harus memiliki kriteria-kriteria berikut ini:
 Input
 Output
 Finite
 Definite
 Efisien
1. Input
Algoritma memiliki nol input atau lebih dari pengguna. Setiap algoritma pasti memiliki input.
Yang dimaksud dengan nol input dari pengguna adalah bahwa algoritma tidak mendapatkan
masukan dari pengguna, tapi semua data inputan yang digunakan algoritma tidak dari pengguna
secara langsung, namun semua data yang akan diproses sudah dideklarasikan oleh algoritma
terlebih dahulu.
Sebagai contoh sebuah algoritma menghitung 100 bilangan genap yang pertama tidak
memerluakan input dari pengguna karena sudah diketahui bahwa banyaknya bilangan genap
adalah 100. Berbeda jika algoritm tersebut digunakan untuk menghitung n bilangan genap
pertama, dengan nilai n dari pengguna. Berarti ada masukan dari pengguna yaitu n.
2. Output
Algoritma minimal harus memiliki 1 output. Tujuan dari algoritma adalah memberikan
penyelesaian dari suatu permasalahan dengan langkah-langkah tertentu. Penyelesaian itulah
output dari algoritma yang dimaksud. Output dapat berupa apa saja, teks, file, video, suara, dan
lain-lain atau suatu nilai yang disimpan untuk digunakan algoritma lain atau disimpan di basis data.
3. Finite (Terbatas)
Algoritma yang baik haruslah mempunyai langkah-langkah terbatas, yang berakhir pada
suatu titik di mana algoritma itu akan berhenti dan menghasilkan suatu output. Algoritma tidak
boleh berjalan terus –menerus tanpa titik henti, hingga menyebabkan hang atau not responding jika
diterapkan pada komputer. Ketika sebuah algoritma berjalan terus menerus (infinite), maka ini
mengindikasikan ada kesalahan yang dibuat oleh programmer dalam mengembangkan algoritma.
4. Define (Pasti)
Makna dari langkah logis pada definisi algoritma terdahulu tercermin dari langkah-langkah
yang pasti, tidak ambigu atau bermakna ganda. Suatu program harus mempunyai arah dan tujuan
yang jelas ,kapan mulai dan kapan berakhir. Dalam menyusun langkah-langkah dalam algoritma
perlu dihindari kata-kata seperti secukupnya, beberapa, sesuatu, sebentar, lama, atau kata lain
yang tidak terukur dengan pasti. Pemberian nomor pada algoritma dapat membantu pengguna
mengikuti setiap langkah dengan pasti hingga mencapai akhir dari algoritma, yaitu solusi dari
permasalahan.
5. Efisien
Program menghasilkan output yang benar, itu wajib. Tapi bagaimna jika output yang benar
itu dilakukan dengan waktu yang lama padahal ada algoritma lain yang lebih cepat? Hal ini
menunjukkan bahwa setiap algoritma, khususnya jika sudah diterapkan pada pemrograman,
mempunyai waktu eksekusi (running time). Algoritma disebut efisien jika untuk mendapatkan suatu
solusi tidak memerlukan memori yang banyak, proses yang berbelit-belit dan tidak perlu. Jika
algoritma terlalu banyak melakukan hal-hal yang tidak perlu akan menyebabkan waktu eksekusi
menjadi lebih lama.
2.2.5. Mengkomunikasikan
Presentasikan hasil pekerjaan LKS kalian dan hasil rangkuman kalian di depan kelas,
kemudian diskusikan dengan teman-teman sekelas kalian.
1.2.3. Rangkuman

1. Terdapat tiga cara penyajian Algoritma, yaitu dengan bahasa natural, pseudocode dan
flowchart
2. Penyajian algoritma dengan bahasa natural adalah penyajian algoritma dengan bahasa sehari-
hari secara deskriptif
3. Penyajian algoritma yang baik harus memenuhi 5 kriteria, yaitu
a. Input
b. Output
c. Terbatas (Finite)
d. Jelas (Define)
e. Efisien

1.3. KEGIATAN BELAJAR 3 PENGENALAN VARIABEL (2 JP)
Pada pembahasan ini, pembahasan algoritma lebih dititikberatkan pada algoritma
khususnya di bidang pemrograman komputer, atau disingkat dengan Algoritma Pemrograman,
karena arah penerapan dari algoritma ini adalah untuk membuat aplikasi dengan bahasa
pemrograman pada Semester 2 nanti. Seperti yang dijelaskan pada pembahasan sebelumnya
bahwa dalam algoritma ada input dan output dan proses. Keluruhan komponen dirangkai dengan
suatu sistematika yang jelas sehingga dapat diikuti oleh pengguna algoritma. Bagimana cara
membuat sistematika yang bagus dalam seuatu algoritma, salah satunya adalah dengan
penggunaan (pendefinisian) variabel-variabel.
1.3.1. Tujuan Pembelajaran
Dengan Kegiatan Belajar ini diharapkan siswa memahami penggunaan variabel dalam
suatu algoritma.
1.3.2. Aktivitas Kegiatan Belajar
1.3.2.1. Mengamati:
Perhatikan algoritma berikut.
Algoritma JumlahKuadrat
Input: dua buah bilangan bulat
Output:jumlah kuadrat dua buah bilangan bulat
1) Masukkan sebuah bilangan
2) Masukkan bilangan berikutnya
3) Jumlahakan kuadrat bilangan pertama dengan kuadrat bilangan kedua
4) Tuliskan hasil penjumlhan pada langkah sbelumnya
5) Selesai
Bandingkan dengan Algoritma berikut
Algoritma JumlahKuadrat
Input : A, B adalah bilangan bulat
Output : C adalah bilangan bulat
1) Masukkan nilai bilangan A
2) Masukkan nilai bilangan B
3) Hitung C=A2
 + B2
4) Tuliskan hasil C
5) Selesai
1.3.2.2. Menanya
Buatlah pertanyaan-pertanyaan seperti contoh berikut.
1. Algoritma di atas mempunyai tujuan yang sama yaitu mencari jumlah kuadrat dari dua buah
bilangan. Apakah perbedaaan dua algoritma di atas?
2. Lebih praktis mana di antara kedua algoritma di atas?
3. Lebih mudah dipahami mana di antara kedua algoritma di atas?
4. Jika pada langkah 3 kita harus menghitung C= A2
+B2
-2A-2B+25, bagaimanakah menuliskannya
dalam bahasa natural?
5. Mengapa perlu menuliskan dalam bentuk A, B, dan C?
Simbol A, B, dan C disebut dengan variabel. Perbandingan dua buah algoritma di atas
menunjukkan manfaat dari penggunaan variabel. Variabel berfungsi menyimpan nilai-nilai yang
digunakan selama algoritma dijalankan, baik nilai input output atau nilai lain yang digunakan
selama proses algoritma.

1.3.2.3. Mengumpulkan Informasi/Mencoba
Dalam algoritma tentu akan membutuhkan input dan menghasilkan output. Input akan
diproses dengan menggunakan langkah-langkah menurut aturan tertentu. Misalkan menghitung
volume balok, tentu kita sudah mengetahui aturan menghitungnya yaitu Volume=panjang x lebar x
tinggi, atau terkadang cukup disingkat V=p x l x t. Dari mana nilai panjang, lebar, dan tinggi? Ya,
masukan dari user, artinya panjnag, lebar dan tinggi menyimpan nilai yang dimasukkan oleh user,
sedangkan Volume menyimpan nilai hasil perkalian panjang, lebar dan tinggi. Demikian juga pada
algoritma di atas,
 Kesemuanya digunakan untuk menyimpan nilai selama algoritma digunakan, yang
kemudian disebut sebagai variabel atau peubah. Dalam Kamus Bahas Indonesia variabel diartikan
sebagai “sesuatu” yang dapat berubah (dalam hal ini adalah nilainya). Di dunia matematika,
variabel diartikan karakter alfabet yang mewakili suatu bilangan yang tidak diketahui
(en.wikipedia.org). Di dunia pemrograman, variabel adalah nama simbolik (identifer) yang
memuat/berisi informasi atau nilai yang tidak atau belum diketahui, yang disediakan lokasi
penyimpanannya pada memori komputer (en.wikipedia.org)
Jadi variabel adalah suatu nama simbolik, bisa dinyatakan dengan alfabet (huruf) tunggal
atau rangkaian huruf, atau rangkaian huruf dan angka atau simbol-simbol, yang akan diberikan
informasi atau nilai tertentu. Nilai-nilai tersebut tidaklah selalu berupa bilangan bisa berupa
karakter, rangkaian karakter (string), nilai benar salah (boolean), dan sebagainya yang disebut
sebagai tipe data. Dengan menyimpan nilai-nilai pada variabel akan memudahkan kita untuk
melakukan operasi, seperti menerapkan rumus, mengganti atau mengubah nilai, dan operasi-
operasi lain. Penentuan variabel tergantung dengan kebutuhan dari algoritma.
Tidak ada aturan khusus pemberian nama variabel dalam algoritma, namun demikian
memngingat bahwa algoritma ini nantinya diarahkan ke dunia pemrograman, maka digunakanvaturan yang mengarah ke pemberian nama variabel dalam pemrograman. Variabel dapat diberi
nama dengan sebuah huruf, atau huruf diikuti huruf lain atau angka atau simbol seperti – atau _.
Tidak disarankan memberikan nama variabel diawali dengan bukan huruf, misalkan diawali angka
atau simbol lain. Pemberian variabel disarankan sesuai dengan apa yang diwakilinya. Misalkan
variabel untuk panjang balok, bisa menggunakan nama variabel, p, atau pjg, atau panjang. Jika
ada lebih dari satu balok, bisa menggunakan p1, p2, p3 dan seterusnya.
Contoh 1
Tentukan variabel-variabel pada Algoritma mengkonversi suhu dalam derajat Celcius menjadi
Farenheit, Reamur, dan Kelvin.
Penyelesaian:
Variabel bisa melekat pada input, output atau pada proses:
Inputnya berupa derajat dalam Celcius, Outputnya adalah derajat dalam farenheit, Reamur dan
kelvin. Dengan demikian ada 4 variabel yang harus dibuat mislakan diberi nama suhuCelcius,
suhuFarenheit, suhuReamur, dan suhuKelvin. Atau dapat juga disingkat menjadi TC, TF, TR, dan
TK, karena kita tahu T untuk temperature, F, R, dan K untuk Celcius, Farenheit, Reamur, dan
Kelvin.
Apa masih perlu variabel tambhan? Hal ini tergantung apakah TF, TC, dan Tk bisa dihitung
langsung dari TC atau perlu variabel lain. Pada kasus ini tidak, variabel sudah cukup.
Jadi variabel yang dibutuhkan adalah TC, TF, TR, dan TK
Contoh 2
Tentukan variabel-variabel pada Algoritma menentukan kelulusan seorang murid ketika ujian
nasional (UAN). Algoritma ini membutuhkan input berupa nama anak, nilai matematika, nilai
bahasa indonesia dan nilai bahasa Inggris. Anak dinyatakan lulus jika rata-ratanya lebih dari 60.
Outputnya adalah status=LULUS atau Belum LULUS.
Penyelesaian:
Dari uraian algoritma yang dibuat, diperlukan nama murid, atau bisa dibuat variabelnya adalah
Nama, kemudiannilai matematika, bahasa indonesia dan bahasa inggris dijadikan variabel
Nilai_Mat, Nilai_BInd, dan Nila_BInggris. Untuk mengetahui kelulusan harus dihitung nilai rata-rata,
sehingga rata-rata dijadikan sebuah variabel dengan nama Rerata. Outputnya adalah status yang
juga dapat menjadi variabel. Jadi variabel yang dibutuhkan terdiri dari: Nama, Nilai_Mat, NiliaBInd,
Nilai_Binggris, Rerata, dan Status.
Contoh ini menunjukkan bahwa variabel tidak hanya digunakan untuk menampung input dan output
saja, tapi semua yang diperlukan dalam proses algoritma. Meskipun yang menjadi output adalah
status, tapi dalam proses memerlukan nilai rata-rata, maka rata-rata juga merupakan variabel yangdidefinisikan oleh algoritma.
Contoh 1
Tentukan variabel-variabel pada Algoritma mengkonversi suhu dalam derajat Celcius menjadi
Farenheit, Reamur, dan Kelvin.
Penyelesaian:
Variabel bisa melekat pada input, output atau pada proses:
Inputnya berupa derajat dalam Celcius, Outputnya adalah derajat dalam farenheit, Reamur dan
kelvin. Dengan demikian ada 4 variabel yang harus dibuat mislakan diberi nama suhuCelcius,
suhuFarenheit, suhuReamur, dan suhuKelvin. Atau dapat juga disingkat menjadi TC, TF, TR, dan
TK, karena kita tahu T untuk temperature, F, R, dan K untuk Celcius, Farenheit, Reamur, dan
Kelvin.
Apa masih perlu variabel tambhan? Hal ini tergantung apakah TF, TC, dan Tk bisa dihitung
langsung dari TC atau perlu variabel lain. Pada kasus ini tidak, variabel sudah cukup.
Jadi variabel yang dibutuhkan adalah TC, TF, TR, dan TK
Contoh 2
Tentukan variabel-variabel pada Algoritma menentukan kelulusan seorang murid ketika ujian
nasional (UAN). Algoritma ini membutuhkan input berupa nama anak, nilai matematika, nilai
bahasa indonesia dan nilai bahasa Inggris. Anak dinyatakan lulus jika rata-ratanya lebih dari 60.
Outputnya adalah status=LULUS atau Belum LULUS.
Penyelesaian:
Dari uraian algoritma yang dibuat, diperlukan nama murid, atau bisa dibuat variabelnya adalah
Nama, kemudiannilai matematika, bahasa indonesia dan bahasa inggris dijadikan variabel
Nilai_Mat, Nilai_BInd, dan Nila_BInggris. Untuk mengetahui kelulusan harus dihitung nilai rata-rata,
sehingga rata-rata dijadikan sebuah variabel dengan nama Rerata. Outputnya adalah status yang
juga dapat menjadi variabel. Jadi variabel yang dibutuhkan terdiri dari: Nama, Nilai_Mat, NiliaBInd,
Nilai_Binggris, Rerata, dan Status.
Contoh ini menunjukkan bahwa variabel tidak hanya digunakan untuk menampung input dan output
saja, tapi semua yang diperlukan dalam proses algoritma. Meskipun yang menjadi output adalah
status, tapi dalam proses memerlukan nilai rata-rata, maka rata-rata juga merupakan variabel yangdidefinisikan oleh algoritma Contoh 3
Tentukan variabel-variabel pada Algoritma untuk menentukan berat badan maksimum dari 40
Siswa kelas X.
Penyelesaian:
Pertama lihat inputnya terlebih dahulu. Yang akan dicari maksimumnya adalah berat badan 40
anak kelas X. Apakah ini berarti setiap anak mempunyai variabel sendiri-sendiri. Bolehkah
memberi nama variabel berat1, berat2, berat3, danseterusnya hingga berat40? Pada prinsipnya
boleh-boleh saja, namun cara ini sangatlah tidak efektif. Dengan 40 data saja adamenempuh 40
variabel, bagaimna jika 100 data, atau lebih, atau bagaimna jika banyaknya anak tidak pasti,
tentukeseluruhan data berat badan dengan kita akn kesulitan dalam memberikan variabel yang
sesuai dengan jumlah input. Bisakah kita mewakili 40 data tersebut dengan hanya satu variabel
saja, misalkan dataBeratBadan. Jawabnya, iya bisa dengan syarat variabel dataBeratBadan harus
mampu menampung semua data input, dan dapat diolah untuk menghasilkan berat badan
maksimum.
Perlukan algoritma tersebut menggunakan variabel untuk menampung nama? Jika kita lihat
dari perintahnya, sepertinya tidak, karena yang dibutuhkan adalah berat badan maksimum.
Sheingga variabel berikutnya yang harus ada adalah berat badan maksimum atau dituliskan nama
variabelnya adalah beratMax.
Jadi dapat disimpulkan bahwa pada Algoritma ini diperlukan vaiabel dataBeratbadan dan
beratmax.
Catatan: semua nama variabel yang ada pada contoh boleh diganti dengan nama lain, asalkan
tidak jauh dari makna sesungguhnya dari variabel tersebut
Kerjakan Lembar Kerja Siswa berikut secara berkelompok.
LEMBAR KERJA SISWA
Tentukan variabel apa sajakah yang diperlukan untuk algoritma-algoritma b

Komentar